cara membeli rumah mungil di solo

5 Tips Membeli Rumah Mungil di Solo

Tips Membeli Rumah Mungil di Solo – Ketika kamu mengunjungi pameran, kamu akan menemukan berbagai penawaran menarik dari developer properti. Berbagai promosi cicilan uang muka, undian berhadiah, hingga harga yang terjangkau, tentu akan membuat siapa pun, termasuk kamu, berminat segera membeli rumah.

Akan tetapi, jangan langsung tergiur dengan penawaran tersebut. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli hunian.

Jangan hanya tergiur karena harganya yang murah. Perhatikan dulu beberapa hal penting ini, biar enggak menyesal di kemudian hari.

1. Ukuran yang Mungil

Banyak developer properti yang kini mengembangkan hunian berukuran mungil sehingga harganya relatif terjangkau, yakni di bawah Rp300 juta.

Bahkan beberapa developer properti yang menawarkan ukuran lebih mungil lagi demi mendapatkan harga jual yang lebih murah. Nah, di sinilah kamu harus melakukan pertimbangan secara matang.

Pertimbangkan jumlah anggota keluarga yang akan menempati rumah tersebut. Bila ada rencana renovasi, perhitungkan juga apakah luas tanah sisa yang tersedia bisa mencukupi penambahan ruang yang telah dilakukan.

Selain itu, perhitungkan juga budget yang kamu miliki kemudian bandingkan biaya-biaya yang diperlukan untuk renovasi atau langsung membeli rumah yang lebih luas.

cara membeli rumah mungil di solo

3. Dinding Kopel

Beberapa developer properti rumah mungil membangun sistem rumah kopel, yakni dua rumah menempel dalam satu dinding. Rumah kopel ini cukup berisiko jika kamu ataupun tetangga sebelah rumah hendak melakukan renovasi bangunan.

Selain itu, rumah kopel juga berisiko bocor dan rembes.

Oleh karena itu, tanyakan spesifikasi bangunan secara detail dan kunjungi rumah yang hendak kamu beli secara langsung.

 

Baca Juga: Tips Membeli Rumah Second di Solo: Penting Banget!

 

3. Cek Reputasi Developer Propertinya

Kamu bisa melihat rekam jejak developer property lewat proyek-proyek terdahulu yang pernah dibuat oleh developer tersebut.

Kamu juga bisa memastikannya lewat keanggotaan pengembang tersebut di asosiasi pengembang yakni Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Rumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia atau Apersi.

4. Akses dan Lokasi

Selain harga lokasi adalah faktor penting lainnya jadi pertimbangkan ketika memilih. Seringkali rumah berharga murah dengan ukuran mungil berotasi jauh dari pusat kota. Akan tetapi, jangan khawatir hunian yang jauh dari pusat kota juga layak jadi pilihan asalkan lokasinya memiliki potensi untuk berkembang.

Potensi perkembangan ini terlihat dari banyaknya pembangunan area komersil di tempat tersebut dan rencana akses transportasi seperti tol, jalur kereta, dan sebagainya.

5. Fasilitas

Fasilitas erat kaitannya dengan akses dan lokasi hunian. Bila ternyata rumah mungil pilihan kamu berlokasi jauh dari pusat kota pastikan ada wilayah pusat kegiatan lain yang berlokasi tidak terlalu jauh dari rumah.

Ya … paling tidak wilayah tersebut memiliki pendidikan, kesehatan, dan juga tempat berbelanja.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *