apa itu townhouse

Apa Itu Townhouse?

Apa Itu Townhouse? – Istilah Townhouse adalah penyebutan bagi kompleks hunian yang lokasinya berada di tengah kota.

Hunian tersebut pembangunannya dilakukan secara teratur serta jumlahnya adalah terbatas.

Biasanya hunian tersebut tertutup atau membentuk cluster tersendiri atau satu pintu masuk dan keluar.

Selain itu biasanya disediakan beragam fasilitas seperti kolam renang, tempat untuk bermain, ruang terbuka hijau.

Serta club house dan sebagainya dengan dilengkapi adanya pengamanan yang baik dibandingkan perumahan umumnya.

Bisnis townhouse jika dilakukan di wilayah perkotaan akan sangat menguntungkan. Pasalnya permintaan properti berwujud residensial (hunian) sangat tinggi.

Inilah yang membuat properti di Jakarta mahal. Ini karena permintaan di sana tinggi, tapi di sisi lain persediaan tidak sepadan karena tanah di sana semakin sempit.

Market untuk penjualan townhouse sendiri umumnya adalah orang-orang perantauan yang merintis karir di kota-kota besar.

Atau biasa disebut dengan kelompok ekonomi menengah yang tengah bertumbuh ke atas.

Umumnya mereka terdiri dari para eksekutif muda, enterpreneur muda yang tengah menuju posisi mapan ekonomi.

Mereka umumnya tengah mencari cara untuk menunjang gaya hidupnya maupun mereka yang baru saja atau mungkin akan menikah.

Saat-saat seperti ini mereka tengah hidup mapan dan tegah mengalami fase ingin mendapatkan kenyamanan dari usaha yang tengah mereka lakukan.

Umumnya mereka menginginkan hunian yang dapat mereka jangkau tak jauh dari lokasi aktivitas mereka sehari-hari.

 

Townhouse di Indonesia

Rumah berkonsep townhouse awalnya diperkenalkan di wilayah Eropa dan Amerika yangmana kaum urban di tengah kota semakin banyak.

Alasannya karena lahan di tengah kota juga semakin sempit. Townhouse di Amerika maupun Eropa umumnya berwujud rumah deret tanpa memiliki lahan sendiri dan tak memiliki carport layaknya townhouse di Indonesia.

Perbedaan konsep antara Indonesia dan Eropa maupun Amerika yang lain adalah, di Indonesia biasanya dindingya sendiri, hanya saja masih berdempetan.

Berbeda degan Eropa dan Amerika yang biasanya menggunakan dinding bersama tiap antar unit towhouse.

Di Indonesia penggunaan dinding pada masing-masing rumah ini adalah poin plus.

Pembangunan townhouse di Indonesia dilakukan saat mulai sekitar tahun 1990-an. Awalnya pembangunan untuk disewakan bagi tenaga kerja asing karena mereka tidak boleh memiliki rumah di Indonesia.

apa itu townhouse

Tetapi saat muncul aturan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 103 Tahun 2015 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia, orang asing dengan sayarat yang memenuhi dapat tinggal di Indonesia dengan jangka waktu kepemilikan hingga 80 tahun.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu townhouse ditujukan untuk masyarakat perkotaan yang butuh tempat tinggal tak jauh dari lokasinya beraktifitas.

Pembeli townhouse kadang juga merupakan orang-orang sekitar yang tak ingin tinggal jauh dari rumah awal mereka.

Sehingga sekarang ini kondisi ekonomi pencari townhouse tak lagi menengah ke atas namun juga menengah ke bawah.

 

Karakteristik townhouse

Townhouse umumnya dibangun di atas tanah seluas 1.000 meter persegi, 3.000 meter persegi hingga 10.000 meter persegi.

Umumnya, townhouse juga menyediakan garasi atau carport. Ini karena pembeli townhouse telah memiliki mobil sendiri.

Townhouse umumnya memiliki satu gerbang masuk dengan dilengkapi adanya pos pengamanan.

Biasanya townhouse memiliki desain tanah yang berukuran kecil yang dapat memenuhi kebutuhan ruang penghuni sehingga didesain 2 atau 3 lantai.

Di dalam townhouse biasanya disediakan ruang terbuka hijau agar kesan ramah lingkungan muncul. Ini bisa menjadi nilai jual tersendiri mengingat masih minimnya ruang terbuka hijau di perkotaan.

 

Fasilitas olah raga

Desain tempat ini biasanya dilengkapi dengan adanya fasilitas olah raga bersama. Fasilitas ini biasanya menyesuaikan dengan luas area tempat ini.

Untuk townhouse berukuran 10 unit umumnya tak masalah untuk tidak diberikan fasilitas olah raga bersama.

Fasilitas olahraga yang umumnya disediakan bagi tempat ini sendiri sifatnya bisa sangat sederhana misalnya saja areal jogging track yang dibuat mengelilingi lokasi.

Fasilitas semacam ini akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi tempat ini untuk menarik minat konsumen.

Beberapa tempat ini bahkan hanya memiliki lapangan tenis meja akan tetapi mereka mengatakan bahwa tempat ini memiliki lapangan olah raga bersama.

Tempat ini biasanya tanahnya sudah memiliki sertifikat, sehingga cukup cepat dalam mengurus perizinan.

 

Baca Juga: Waktu Ideal Memasarkan Proyek Properti

 

Sebetulnya bisa saja membeli lahan yang tak bersertifikat, akan tetapi risikonya adalah pengurusan izin yang lebih lama nantinya.

Sebagai pelaku bisnis properti yang harus Anda ingat adalah lahan yang Anda bagun harus memiliki batas tanah yang jelas. Hal ini penting agar tidak ada masalah di kemudian hari.

Patok tanah ini penting untuk melihat kesesuaian luas tanah fisik dengan yang tertera di sertifikat.

Pembelian tanah untuk tempat ini sebaiknya terbebas dari tangan pihak ketiga. Hal ini cukup penting agar biaya masih normal dan tak keluar dari kendali.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *